Skip to content

nusantaraku hijaunya dipuja bangsa-bangsa

Oktober 20, 2011

Bangsa Indonesia yang kaya akan sumberdaya alam menjadi rebutan bangsa-bangsa eropa untuk dijadikan wilayah koloninya, pengruh kolonialisme dan imperalialisme msuk ke indonesia telah berkembang dalam kehidupan masyarakat indonesia. kata kolonialisme menurut kamus besar bahasa indonesia yang mempunyai makna penguasaan oleh suatu negara atas daerah atau  bangsa lain untuk memperluas negara itu (adi gunawan). sedangkan imperealisme yang secara makna memiliki arti sebagai sistem politik yang bertujuan menjajah negara lain untuk mendapatkan kekuasaan dan keuntungan yang lebih besar. hal ini sebagai mana telah bangsa kita alami. hingga kini dampaknya masih dapat kiata rasakan bersama mangingat peristiwa sejarah penjajahan bangsa eropa terhadap bangsa kita yang ter cinta ini (indonesia), yang secara legalitas telah memperoleh kemerdekaan atas bangsanya. indonesia yang saat ini secara eksplisit telah memperoleh kemerdekaan 65 tahun yang lalu atau lebih tepatnya pada tanggal 1 agustus 1945, dengan di bacakanya teks proklamasi oleh ir. soekarno dan didampingi oleh moh. hatta namun secara implisit indonesia saat ini, betul atau tdak terlepa dari itu belum memperoleh kemerdekaan secara mutlak. penjajahan baik dalam konteks intenal dampaknya masih dirasakan oleh sebagian masyarakat, terbukti dengan adanya aksi-aksi yang dilakukan oleh sebagian kelompok yang merasa tidak mendapatkan porsi, sebagai wujud ketidakpuasanya. sedangkan disisi lain misalnya penjajahan dalam bidang teknologi dan gaya hidup serta masuknya pengaruh budaya asing tanpa adanya filterisasi terlebihdahulu, sehingga sedikit atau banyaknya telah kita rasakan dampaknya, apa mungkin masyarakat kita dewasa ini telah mngabaikan local geniussnya, sehingga pengaruh-pengaruh tersebut lebih sering kita temukan.

bangsa indonesia abad ke 16 telah dimasuki oleh kekuasaan bangsa-bangsa eropa yang berusaha menanamkan kolonialisme dan imperialisme (didin supriyadin & marwan supriyadi. sejarah ) kolonialisme adalah usaha penguasaan atas sutu daerah /wilayah oleh negara penguasa untuk memperluas daerah tersebut (poeponegoro,marwti djuned & nugroho notosusanto. sejarah nasional III ) biasanya dilakukaan secara paksa untuk mendapatkan keuntungan yang sebesar-besarnya bagi negara induk, kolonialisme dan imperealisme diterapkan oleh beberapa negara eropa di indonesia. salh stunya adalh bangsa belanda, (badriyatim.2003. sejarah kebudayaan islam), seperti bangsa-bangsa eropa lainya, kedatangan belanda ke indonesia bertujuan mencari kekayaan (menguasai perdagangan rempah-rempah) dan mencari daerah jajahan (ibid hlm, 234)

setelah bangsa portugis, datanglah orang-orang belanda dengan maksud yang sama yaitu untuk berdagang. orang-orang belanda membawa serta organisasi, serdadu, persenjataan . kapal-kapal dan dukungan keuangan yang lebih baik(zaenal masduki.makalah. cirebon pada masa penjajahan). perbedaan yang mendasar antara dua negara eropa ini terletak pada keberhasilan belanda mendirikan tempat berpijak yang tetapdi jawa yang tidk dimiliki portugis, yang akhirnya menyebabkan belanda menjadi kekuatan penjajah terkuat dan terlama di nusantara.

sejak peristiwa 1585, ketika hegemoni sepanyolmenguasai portugis sehingga menyebabkan orang-orang belanda dilarang membeli rempah-rempah di lisabon (portugis) [didin supriyadin & marwan supriyadi]. sejak itulah belanda beruasaha mencari jalan menuju pulau “rempah-rempah” (maluku). jika kita runtut jadi proses kedatangan belanda di gambarkan sebagai berikut:

1) pada tahun 1559, orang belanda di bawah pimpinan kornelis de houtman mengadakan pelayaran dengan tujuan indonesia.

2) pada tahun 1596, armada kornelis de houtman telah tiba di banten.

3) pada tahun 1598, armada ke dua dibawah pimpinan jacob van neck tiba ditempat yang sama. armada kedua ini membuahkan sukses dengan kembali ke belanda dengan membawa rempah-rempah.

4) pada tanggal 20 maret 1602, dibentuk kongsi dagang belanada bernama VOC  (verenidge oost indische compagnie).

setelah mereka mendirikan kantor-kantor dagang merka di beberapa derah pesisir pulau jawa. hal ini memudahkan pihak belanda sebagai pedagang berulangkali massuk ke pelabuhan cirebon dalam perjalanan pelayaran mereka menempuh jalur dagang.

sikap cirebon yang netral dan terbuka terhadap kompeni terus berlangsung hingga pengaruh mataram mulai tertanam di cirebon. sesudah itu sikap cirebon terhadap kompeni enderung mengikuti mataram. menurut keterangan historiografi tradisional, purwaka caruban nagari, mataram menjadikan cirebon sebagai basis dan markas besar penyerangan mataram ke batavia, kapal-kapal mataram lalu lalang di pelabuhan cirebon (dasuki. 1978. purwaka caruban nagari) dengan demikian cirebon telah menjadi vazal dari mataram. pengaruh mataram lebih besar di cirebon setelah pengaruh sulltan agung. namun setelah perjanjian antara cirebon dengan VOC  pada tanggal 17 januari 1681 (perjanjian antara yang mulia ryclot van gones, gubernur jendral dan tuan-tuan para anggota dewan india yang mewakili voc sebagai pihak pertam. kertawijaya sebagai yang ke dua dan wangsakerta serta 6 orangjaksa yang termasuk kedalam jaksa pepitu. hanya satu orang yang tidak ikut menandatangani terkecuali sisinganegara belum diketahi kenapa tidak ikut serta menandatangani)

From → Uncategorized

Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: